Pages - Menu
Pages
Minggu, 24 November 2013
Selasa, 15 Oktober 2013
KEGIATAN SEMINAR KERANGAMAN BUDAYA
Persoalan putusnya mata rantai generasi penurus budaya di Sumba menjadi suatu persoalan yang sangat hangat dibicarakan dikalangan tokoh-tokoh yang peduli akan budaya Sumba. Di tengah maraknya perdebatan tentang persoalan budaya di Sumba, Stube HEMAT Sumba mengambil bagian dalam mengkampayekan akan pentingnya mempelajari budaya yang ada.
Dalam kegiatan ini
ada berbagai hal yang kami dapatkan dari kegiatan
ini, dimana selama ini kami sebagai anak muda generasi penerus bangsa terlebih
khusus Sumba tidak pernah mengetahuinya hal-hal tersebut. Dalam kegiatan ini
kami dibuka wawasannya untuk dapat mengetahui persoalan budaya yang ada di daerah selama ini, sehingga kami
pun dapat tahu akan kehidupan social yang terjadi di daerah kami.
Rabu, 02 Oktober 2013
THR untuk siapa???
Seperti biasa pada tahun sebelumnya, dalam rangka menyambut
Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Daerah (Pemda)
Sumba Timur (Sumtim) menggelar kegiatan Pameran Pembangunan dan Taman Hiburan
Rakyat, atau yang sering disebut THR itu . Seperti tujuannya, sebagai media
untuk mempublikasikan program Pemda Sumba Timur, setiap Satuan Kerja Perangkat
Daerah (SKPD) ramai-ramai membuat Standnya masing-masing.
THR yang digelar di Sweamback itu, beragam Stand yang
berdiri baik dari SKPD Pemda Sumba Timur, juga ada Stand lempar gelang dan
lempar bulu ayam, selain itu ditengah-tengah taman sweambcak terdapat banyak
sekali penjual makanan-makanan ringan yang turut ambil bagian dalam pameran
tersebut. tak heran jika waktu
pembukaannya tanggal 05 agustus 2013, ratusan atau bahkan ribuan orang
pengunjung datang menyaksikan pameran itu.
Bagian dari kebutuhan orang diantaranya adalah
hiburan. Kebutuhan akan hiburan memang tidak pernah memandang status seseorang,
anak-anak, dewasa, laki-laki, perempuan, kaya atau miskin. Sedangkan hiburan
publik di Sumba Timur khususnya Kota Waingapu hampir tidak ada, kecuali THR
yang digelar ketika peringatan HUT Kemerdekaan Negara ini.
Sabtu, 28 September 2013
RENUNGAN REFLEKSI KEMERDEKAAN INDONESIA
Merdeka...!!!
Sebuah perjalanan yang cukup panjang setelah 68 tahun yang lalu bangsa ini bebas dari penjajahan bangsa asing dan menyatakan kemerdekaanya pada dunia internasional. Namun apa yang dimaksud dengan kemerdekaan itu sendiri, apakah kemerdekaan itu sudah benar-benar terwujud bagi bangsa Indonesia.
Pada tangga 17 agustus 1964 dalam pidatonya bung karno mengatakan Revolusi kita bukan sekedar mengusir pemerintahan Belanda dari Indonesia. Revolusi kita menujuh lebih jauh lagi dari pada itu. Revolusi Indonesia menujuh tiga kerangka yang sudah terkenal. Revolusi Indonesia menujuh kepada sosialisme! Revolusi Indonesia menujuh kepeda dunia Baru tanpa exploitation de I’homme par I’homme ‘dan ‘explitation de nation par nation’. Kalimat ini selalu di kumandangkan oleh Soekarno agar dapat membakar semangat bangsa Indonesia sehingga benar-benar keluar dari yang namanya eksploitasi, penindasan, penghisapan manusia oleh manusia yang lain.
Kemerdekaan bangsa Indonesia sekarang ini belum sampai pada tahapan apa yang dimaksudkan oleh Soekarno dalam pidatonya diatas. Soekarno tahu jelas bahwa penjajahan sebenarnya itu tidak hanya dilakukan oleh bangsa asing saja, namun juga bisa datang dari bangsa itu sendiri. Hal ini Soekarno selalu mengatakan dalam pidatonya yang berbunyi ; “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”. Kata-kata Soekarno ini sangat terasa sampai sekarang ini, dimana yang kuat menindas yang lemah, yang kaya mindas yang miskin. Si miskin semakin miskin dan si kaya semakin kaya memperkaya diri dengan memperdaya si miskin.
Senin, 18 Maret 2013
Tanah Merah
Hamparan padang sabana yang menghiasimu
dikala siang itu bukit-bukit seakan menari
menyambut sinar matahari
yang
menembuskan cahayanya,
mengingatkanku setahun yang lalu
tak terduga
aku menghampirimu,
melihat sekeliling yang berkecoklatan
karna kemarau
panjang. . .
Jumat, 08 Februari 2013
PENDIDIKAN DI SUMBA TIMUR NYARIS TERDENGAR DIGEDUNG DPRD, ORANG TUA MURID BELI PENDIDIKAN
Dialog CRC bersama DPRD dan Pemerintah kabupaten Sumba Timur
Waingapu, 02 agustus 2011

Dalam rangka penerimaan siswa baru (PSB) yang telah dilaksanakan sebulan yang lalu di kabupaten sumba timur, Pusat sumber daya warga (CRC) yang telah terbentuk di kecamatan kota dan kecamatan kambera kabupaten Sumba Timur telah memprakarsai dialog antara DPRD, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur dan bersama kepala sekolah mulai dari tingkat SD sampai ke tingkat SMA. DPRD juga mengapresiasi Pusat Sumber Daya Warga (CRC) dan Stimulant Institute sumba yang telah memprakarsai kegiatan dialog ini.
Dialog yang dipimpin langsung oleh ketua DPRD kabupaten Sumba Timur Bapak drh. Palulu Pabundu Ndima, Msi. bertujuan untuk mendengarkan keluh kesah yang dirasakan oleh masyarakat miskin yang mengalami kendala dalam mengakses dan menyekolahkan anaknya di sekolah yang berkualitas, kendatipun pemerintah kabupaten Sumba Timur telah menganggarkan biaya yang tinggi di sector pendidikan Untuk meningkatkan SDM kabupaten Sumba Timur, pemerintah juga menaruh perhatian yang sangat serius untuk sector pendidikan, hal ini diwujudnyatakan dengan mengalokasikan anggaran sebesar 36 % dari APBN Kabupaten Sumba Timur dan bahkan adanya program sekolah gratis bagi wajib belajar, tetapi jauh dari harapan bahwa masih banyak orang tua yang merasakan mahalnya masuk sekolah bagi anak-anaknya, dan belum menyentuh apa yang menjadi kebutuhan dari warga miskin dan kaum marginal lainnya. Buktinya bahwa di Kabupaten Sumba Timur masih banyak warga yang mengalami masalah dan belum bisa membiayai anaknya untuk bersekolah. Disamping itu, semangat orang tua tidak pernah surut untuk menyekolahkan anaknya karena merupakan tanggung jawabnya sebagai orang tua.
Dalam rangka penerimaan siswa baru (PSB) yang telah dilaksanakan sebulan yang lalu di kabupaten sumba timur, Pusat sumber daya warga (CRC) yang telah terbentuk di kecamatan kota dan kecamatan kambera kabupaten Sumba Timur telah memprakarsai dialog antara DPRD, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur dan bersama kepala sekolah mulai dari tingkat SD sampai ke tingkat SMA. DPRD juga mengapresiasi Pusat Sumber Daya Warga (CRC) dan Stimulant Institute sumba yang telah memprakarsai kegiatan dialog ini.
Dialog yang dipimpin langsung oleh ketua DPRD kabupaten Sumba Timur Bapak drh. Palulu Pabundu Ndima, Msi. bertujuan untuk mendengarkan keluh kesah yang dirasakan oleh masyarakat miskin yang mengalami kendala dalam mengakses dan menyekolahkan anaknya di sekolah yang berkualitas, kendatipun pemerintah kabupaten Sumba Timur telah menganggarkan biaya yang tinggi di sector pendidikan Untuk meningkatkan SDM kabupaten Sumba Timur, pemerintah juga menaruh perhatian yang sangat serius untuk sector pendidikan, hal ini diwujudnyatakan dengan mengalokasikan anggaran sebesar 36 % dari APBN Kabupaten Sumba Timur dan bahkan adanya program sekolah gratis bagi wajib belajar, tetapi jauh dari harapan bahwa masih banyak orang tua yang merasakan mahalnya masuk sekolah bagi anak-anaknya, dan belum menyentuh apa yang menjadi kebutuhan dari warga miskin dan kaum marginal lainnya. Buktinya bahwa di Kabupaten Sumba Timur masih banyak warga yang mengalami masalah dan belum bisa membiayai anaknya untuk bersekolah. Disamping itu, semangat orang tua tidak pernah surut untuk menyekolahkan anaknya karena merupakan tanggung jawabnya sebagai orang tua.
Selasa, 29 Januari 2013
BAHAYA TAMBANG TERHADAP AIR TANAH
Air
tanah dan mata air terjadi akibat adanya kejenuhan tanah pada kedalaman
tertentu oleh air hujan. Air hujan yang jatuh akan menbasahi tanah dan
setelah permukaan tanah kenyang air lalu air hujan mengalir menurut
ketinggian. Pada bagian tanah tertentu yang daya tampung airnya tinggi
akan berkumpul sampai sangat kenyang (super jenuh) lalu tebentuk aliran
"laminar" air melalui lapisan tanah dan si ujung lapisan tesebut apabila
ada hambatan, kan keluar sebagai mata air.
Namun keluarnya mata air
ini bergantung kepada daya tangkap air hujan, kemampuan penyerapan air
dan gangguan permukaan seperti tambang.
1. Daya tangkap air hujan
Taruhlah sebuah gelas dan sebuah ember di luar saat hujan turun.
Manakah yg menampung air lebih banyak? Tentu ember. Mengapa karena luas
dan kapasitasnya lebih besar dari gelas. Demikian pula dayabtangkap air
oleh pulau. Katakan saja pulau kalimantan adalah ember dan pulau sumba
adalah gelas. Jelas di sini bahwa daya tangkap air hujan pulau Sumba
sangat rendah dan itulah sebabnya pulau sumba selalu kekurangan air.
Belum lagi curah hujan yang rendah di kawasan NTT.
SURAT TERBUKA BUAT BUPATI SUMBA TIMUR, SUMBA TENGAH DAN GUBERNUR NTT
JANGAN KORBANKAN RAKYAT SUMBA
Kami adalah RAKYAT, perwakilan Komunitas Bengkel Tolak Tambang (BTT),
Barisan Rakyat Anti Tambang Minerba di Sumba (BRANTAS), Jaringan
Advokasi Tambang (JATAM) Sumba, KONTRAS, KIARA Komunitas Peduli Martabat
Tanah Sumba (KPMTS), Wahana Lingkungan Hidup (WALHI), Solidaritas
Petani Manupeu Tanadaru & Wanggameti, Warga Desa Wahang, JPIC OFM,
Sinode GKS, Gerakan PNS Progresif Baik (GPPB), Forum Peduli Masyarakat
Sumba Timur (FORPEMAST).
KOMISI C DPRD SUMBA TIMUR AKAN MEMBAWA KASUS PT. FR KE TINGKAT PARIPURNA
Waingapu: Komisi C DPRD Sumba Timur secara terang-terangan menolak
aktifitas pertambangan PT. Fathi Resources (PT.FR) dan mendukung upaya warga
Desa Wahang dan Para Aktivis Lingkungan/Penolak Pertambangan yang berjuang
menolak kehadiran PT.FR di Desa Wahang. Statemen ini dilontarkan secara terbuka
oleh Ali Oemar Fadaq, Ketua Komisi C DPRD Sumba Timur dalam rapat dengar
pendapat di ruang sidang Komisi C, Senin (28/01), menghadirkan Kapolres Sumba Timur AKBP I Made Darmadi Giri,
Para Aktivis Lingkungan/Penolak Pertambangan dan beberapa orang warga yang mewakili 415 KK warga Desa Wahang Kecamatan Pinu Pahar sebelumnya telah menyatukan aspirasi menolak kehadiran PT.FR. Seorang perwakilan PT. FR juga hadir meskipun terlambat hingga rapat hampir ditutup.
Para Aktivis Lingkungan/Penolak Pertambangan dan beberapa orang warga yang mewakili 415 KK warga Desa Wahang Kecamatan Pinu Pahar sebelumnya telah menyatukan aspirasi menolak kehadiran PT.FR. Seorang perwakilan PT. FR juga hadir meskipun terlambat hingga rapat hampir ditutup.
Selain Anggota Komisi C DPRD Sumba Timur, hadir pula Wakil
Bupati dr. Matius Kitu Sp.B; Ketua DPRD drh. Palulu P. Ndima; Plt. Sekda Bargam
Landu Meha, SH; Kadis Tamben Daniel Lalu, SH; dan Camat Pinu Pahar Andi
Marumata.
“Kami Komisi C bukanlah lembaga yang berwenang untuk
memutuskan hasil rapat ini, tetapi kami akan membawanya ke tingkat paripurna
sidang DPRD”, tegas Aba Ali dalam rapat, sapaan akrab Ketua Komisi C DPRD ini.
Dipertanyakan oleh Arfian Deta dan David
Manu, keduanya aktivis peduli lingkungan, tentang tindakan pihak Polres
Sumba
Timur yang dinilai sepihak dan tidak adil/tidak jelas dalam proses hukum
peristiwa penganiayaan menyebabkan Stevanus, warga Desa Wahang, hingga
babak
belur oleh oknum Kepala Sekolah SDN Wahang, Wempi Djawa Lenang (diduga
sebagai
antek PT.FR), juga dugaan kriminalisasi/penahanan paksa 16 orang petani
sampai dijadikan tersangka oleh Polres sehubungan dengan peristiwa
penganiayaan
Stevanus di akhir November 2012 lalu.
Kapolres Sumba Timur, AKBP I Made Darmadi Giri menanggapi, pihaknya
sedang melakukan proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut kasus dugaan penganiayaan
yang terjadi di Desa Wahang. “Terkait kasus tindak pidana saya selaku Kapolres
disini, tinggal tunggu saja hasilnya nanti. Semua laporan yang masuk baik di
Polres maupun di Polsek Tabundung akan kami tindak lanjuti. Kami juga dapat
mengambil sikap dengan menerapkan Restorasi
Justice untuk kebaikan bersama masyarakat di sana”, ujar Darmadi Giri.
(Restorasi Justice:
Mekanisme tata cara peradilan pidana yang berfokus pada pemidanaan diubah
menjadi proses dialog dan mediasi untuk menciptakan kesepakatan atas
penyelesaian perkara pidana yang adil dan seimbang bagi pihak korban dan pelaku:
red.).
“Saya meminta masyarakat turut membantu untuk terciptanya
situasi yang aman dan kondusif baik di Desa Wahang maupun daerah lain yang
terdapat konflik akibat adanya usaha pertambangan”, tambah Kapolres Darmadi
Giri.
Dalam surat terbuka yang dibagikan salah seorang aktivis
kepada wartawan, mengatasnamakan beberapa Komunitas/LSM/Aktivis Peduli
Lingkungan/Penolak Kehadiran Pertambangan Minerba di Sumba Timur. Isi surat
salah satunya, meminta kepada Bupati Sumba Timur, Sumba Tengah dan Gubernur NTT
agar mencabut rekomendasi atau IUP PT. FR yang saat ini sedang beroperasi dan
tidak lagi mengeluarkan rekomendasi/ijin baru yang mendukung dibukanya usaha pertambangan
di Pulau Sumba, kehadiran PT. FR dianggap telah menimbulkan konflik yang luas dalam
kehidupan masyarakat khususnya di desa Wahang dan masyarakat di
sekitar Taman Nasional Wanggameti serta kerusakan lingkungan hidup, PT.FR harus “angkat kaki” dari bumi Marapu.
Moh. Zein Bunga, Anggota Komisi C DPRD Sumba Timur juga
keras berpendapat, ia menyatakan menolak kehadiran PT. FR dan mendukung aksi
penolakan pertambangan sebagaimana yang disuarakan warga Sumba Timur dan para
aktivis.
Pemerintah Sumba Timur, diwakili oleh Wakil Bupati dr.
matius Kitu,Sp.B memberikan sinyal positif atas tuntutan masyarakat dan aktivis
lingkungan.Wakil Bupati yang dikenal polos dan apa adanya ini berpendapat,
tanah dimana masyarakat tinggal dan melakukan aktivitas hidupnya adalah
diperuntukkan bagi masyarakat itu sendiri, itu poin penting, pemerintah
tugasnya adalah mengatur, ujarnya.
Tentang konflik yang terjadi di tengah masyarakat Desa
Wahang, Matius Kitu berharap dapat diselesaikan secara damai
kekeluargaan oleh warga terutama para tokoh masyarakat dan tetua
adatnya.
“Pemerintah Sumba Timur sudah menerbitkan surat penghentian
sementara aktifitas PT. Fathi di Desa Wahang. Yang masyarakat tunggu adalah
penghentiannya secara permanen, kita di sini untuk mendiskusikan hal ini, namun
saya bukanlah pengambil keputusan tetapi pak Bupati yang berhak. Apa lagi massa
sudah masuk ke sini dan menolak keras aktifitas PT. Fathi di Desa Wahang. Saya
pribadi boleh bilang saya juga ikut menolak, tetapi itu bukanlah keputusan
pemerintah, masih ada Pak Bupati dan Gubernur yang memiliki wewenang”, ungkap
Wakil Bupati.
Usai rapat, para aktivis melakukan aksi theatrikal di aula
gedung DPRD Sumba Timur, mendesak Pemkab Sumba Timur (Bupati) untuk segera
menghentikan aktifitas PT. FR secara permanen, ini tampak dari adegan yang disuguhkan.
sumber : Waingapu Tribun
Rabu, 23 Januari 2013
23 Januari 2013
Kehidupan
merupakan peristiwa yang harus kita jalani walaupun tidak semua orang merasakan
kehidupan yang sama, dari proses kelahiran, logikanya adalah merupakan
pengembangbiakan baik manusia, hewan dan tubuhan yang ada di bumi ini tapi kita
akan tetap menerima kehidupan dan berjalan menyusurinya walau penuh dengan
tantangan dan bahkan kita tidak tahu kapan tantangan itu kita dapatkan. Yakin
usaha dan sampai adalah tujuan dari hidup.. jika kita tidak mempunyai
sebuah tujuan hidup maka hidup tidak akan terarah dan mengambang di
kehidupan dunia ini...
kehidupan
adalah sebuah perjalanan dengan takdir yang telah ditetapkan untuk kelangsungan
hidup seorang manusia. Kehidupan yang harus dijalani dengan satu tujuan dalam
hidupnya, mencapai kebahagiaan hidup. Perjalanan panjang yang dilalui dengan
segala problema kehidupan yang ada. Dari sejak dilahirkan, tumbuh menjadi
anak-anak, melalui masa-masa pubertas (mencari jati diri), beranjak dewasa
hingga menjadi seseorang yang dewasa dengan melalui berbagai pengalaman yang
terjadi dalam hidupnya hingga mengerti bagaimana arti dari sebuah kehidupan itu
sendiri.
Minggu, 20 Januari 2013
DANA BOS
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan bahwa setiap warga negara yang berusia 7-15 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar. Pasal 34 ayat 2 menyebutkan bahwa Pemerintah dan pemerintah daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya, sedangkan dalam ayat 3 menyebutkan bahwa wajib belajar merupakan tanggung jawab negara yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat. Konsekuensi dari amanat undang-undang tersebut adalah Pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan pendidikan bagi seluruh peserta didik pada tingkat pendidikan dasar (SD dan SMP) serta satuan pendidikan lain yang sederajat.
Salah satu indikator penuntasan
program Wajib Belajar 9 Tahun dapat diukur dengan Angka Partisipasi Kasar (APK)
SD dan SMP. Pada tahun 2005 APK SD telah mencapai 115%, sedangkan
SMP pada tahun 2009 telah mencapai 98,11%, sehingga program wajar 9 tahun telah
tuntas 7 tahun lebih awal dari target deklarasi Education
For All (EFA) di
Dakar. Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dimulai sejak bulan Juli
2005, telah berperan secara signifikan dalam percepatan pencapaian program
wajar 9 tahun. Oleh karena itu, mulai tahun 2009 pemerintah telah melakukan
perubahan tujuan, pendekatan dan orientasi program BOS, dari perluasan akses
menuju peningkatan kualitas.
Pada tahun 2012 Dana Bantuan
Operasional Sekolah (BOS) mengalami perubahan mekanisme penyaluran dan. Pada
tahun anggaran 2011 penyaluran dana BOS dilakukan melalui mekanisme
transfer ke daerah kabupaten/kota dalam bentuk Dana Penyesuaian untuk Bantuan
Operasional Sekolah, mulai tahun anggaran 2012 dana BOS disalurkan dengan
mekanisme yang sama tetapi melalui pemerintah provinsi.
Warga Kritisi PLN: Katanya Ada Listrik Pintar, Listrik Bodoh Bagaimana?
Aneka kritikan warga Kota Waingapu dan sekitarnya itu lahir karena merasa pelayanan PLN untuk mencukupi kebutuhan listrik warga beberapa bulan terakhir jelang berakhirnya Tahun 2012 ini cenderung mengecewakan. “Kalau lihat dari grafik yang ditunjukan sesuai hasil survey via para responden oleh Stimulant Institute dan Max FM memang ada kecendrungan kinerja PLN dikahir tahun 2012 ini menurun atau dengan kata lain ketidakpuasan konsumen meningkat,” jelas Anto Kila, salah seorang warga yang hadir dalam diskusi review pelayanan publik yang dilaksanakan Stimulant Institute di aula Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Wira Wacana Sumba, Jumat (21/12) beberapa hari lalu. Matinya listrik secara mendadak yandikeluhkan warga dalam diskusi kian mengemuka ketika tiba-tiba listrik mati kala diskusi sedang berlangsung. Sontak mata para peserta diskusi seakan menghujam Alwi Azegaf, Asisten Manager Jaringan, PT. PLN area Sumba yang hadir dalam forum itu. |
Jumat, 18 Januari 2013
SOE HOK GIE
Soe
Hok Gie dilahirkan pada tanggal 17 Desember 1942, adik dari sosiolog
Arief Budiman. Catatan harian Gie sejak 4 Maret 1957 sampai dengan 8
Desember 1969 dibukukan tahun 1983 oleh LP3ES ke dalam sebuah buku yang
berjudul Soe Hok Gie: Catatan Seorang Demonstran setebal 494 halaman.
Gie meninggal di Gunung Semeru sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27 -
16 Desember 1969 akibat gas beracun.
Setelah
lulus dari SMA Kanisius Gie melanjutkan kuliah ke Universitas Indonesia
tahun 1961. Di masa kuliah inilah Gie menjadi aktivis kemahasiswaan.
Banyak yang meyakini gerakan Gie berpengaruh besar terhadap tumbangnya
Soekarno dan termasuk orang pertama yang mengritik tajam rejim Orde
Baru.
Gie
sangat kecewa dengan sikap teman-teman seangkatannya yang di era
demonstrasi tahun 66 mengritik dan mengutuk para pejabat pemerintah
kemudian selepas mereka lulus berpihak ke sana dan lupa dengan visi dan
misi perjuangan angkatan 66. Gie memang bersikap oposisif dan sulit
untuk diajak kompromi dengan oposisinya.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)




