Pages - Menu

Pages

Rabu, 02 Oktober 2013

THR untuk siapa???


Seperti biasa pada tahun sebelumnya, dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Daerah (Pemda) Sumba Timur (Sumtim) menggelar kegiatan Pameran Pembangunan dan Taman Hiburan Rakyat, atau yang sering disebut THR itu . Seperti tujuannya, sebagai media untuk mempublikasikan program Pemda Sumba Timur, setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) ramai-ramai membuat Standnya masing-masing.

THR yang digelar di Sweamback itu, beragam Stand yang berdiri baik dari SKPD Pemda Sumba Timur, juga ada Stand lempar gelang dan lempar bulu ayam, selain itu ditengah-tengah taman sweambcak terdapat banyak sekali penjual makanan-makanan ringan yang turut ambil bagian dalam pameran tersebut.  tak heran jika waktu pembukaannya tanggal 05 agustus 2013, ratusan atau bahkan ribuan orang pengunjung datang menyaksikan pameran itu.

Bagian dari kebutuhan orang diantaranya adalah hiburan. Kebutuhan akan hiburan memang tidak pernah memandang status seseorang, anak-anak, dewasa, laki-laki, perempuan, kaya atau miskin. Sedangkan hiburan publik di Sumba Timur khususnya Kota Waingapu hampir tidak ada, kecuali THR yang digelar ketika peringatan HUT Kemerdekaan Negara ini.


Setiap Stand dengan dekorasi yang berbeda-beda, menyajikan aneka gambar, bagan maupun miniatur, hampir setiap tahun gaya pamerannya sama, tetapi pengunjungnya terjadi perbedaan antara Stand-stand yang ada, misalanya stand lempar gelang dan stand lempar Bulu Ayam yang setiap malamnya dipenuhi oleh pengunjung hingga tengah malam.

Berdasarkan pantauan, THR itu didominasi oleh penjudi-penjudi yang memanfaatkan peluang judi terbuka ini untuk bertarung dengan bandar Stand, peluang bahwa Pemda Sumtim melegalkan perjudian ini dengan dalil Pameran Pembangunan dan THR, bahkan penjudi itu dijaga oleh aparat keamanan, bahkan tak jarang, dari hasil pantauan oknum aparat keamanan juga turut ambil bagian dalam perjudian itu. Jangan heran jika uang yang beredar setiap malam cukup banyak.

Banyak cerita lempar bulu ayam terdengar dari kalangan masyarakat di kota waingapu dan sekitarnya, dan bahkan anak-anak sekolah juga ramai berdiskusi bulu-bulu ayam yang bertebaran di THR tersebut. Tak bisa dipungkiri bahwa THR dikuasai oleh sound System setiap stand Lempar bulu ayam yang memandu para penjudi untuk membidik putaran angka 1 sampai 12 itu.

Kegiatan THR yang dibawah program Dinas Informasi dan Komunikasi dan dengan yang tentu tidak sedikit itu memang begitu adanya. Lalu, pertanyaannya adalah untuk siapakah THR tersebut??? Untuk masyarakat yang membutuhkan hiburan, ataukah untuk para penjudi ? atau inikah yang namanya Pameran Pembangunan Pemda Sumtim??? kembali jawabannya hanya bapa diatas yang tahu.


Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Silahkan berkomentar. Thanks...