Pages - Menu

Pages

Minggu, 27 Maret 2016

Bertahanlah Kawan

Kita pernah bercanda soal luka yang pernah ada, luka yang hanya sebagian kecil hinggap di ibu jari kaki kiriku. Ingatkah kau kawan saat kita bergurau
ria dengan mata silet ketika aku lakukan operasi sendiri pada luka sendiri? Ingatkah kau kawan soal musik yang kau putar sekedar mengganggu atau menghiburku? Ingatkah kau kawan soal ukuran rasa sakit menurut ukuranku sendiri? Ingatkah kau kawan dikala ukuran sakit yang ku bilang bahwa sudah lewat lima centi meter di atas kepala? Itulah sepenggal cerita yang telah kita lewati bersama kawan.

Lalu bagaimana hari ini kawan? Jujur aku tidak sanggup kawan melihat fotomu saja aku sudah tidak bisa, apalagi melihatmu lebih dekat kawan, sungguh aku tidak bisa. Meskipun saya memberanikan diri bersihkan lukamu, kawan air mataku telah memberontak keluar melihatmu menanggung rasa sakit itu kawan.
Apalagi mendengarmu merintih kawan, membayangkan rasa sakit yang kau tanggung sungguh membuatku harus keluar dari ruangan tempatmu terbaring menghindari gelombang air mata ini.

Kawan.... bertahanlah kawan, bertahanlah hingga kau lewati perih yang menyabek kepalamu, bertahanlah hingga rasa sakit itu bosan menyiksamu. Karena yang menciptakanmu tidak akan meninggalkanmu. Daingu kapipi karaha nanggau nama Wulu kau.

RSU WAIKABUBAK, 23/03/2016 

Rabu, 09 Maret 2016

Dalam Rangka HPI, KP dan Mahasiswa Gelar Long March

Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional (HPI), Komisi Perempuan Oikumene dan Mahasiswa-mahasiswi STT GKS di Lewa menggelar Long March dari Lapangan Umbu Rihi Eti Prailiu hingga Taman Kota Waingapu,Sumba Timur NTT. (09/03/2016)

seperti terpantau kegiatan tersebut dilakukan dengan Orasi, Tarian dan Teatrikal. Dalam orasi mereka menyuarakan anti kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, begitu pula isu-isu yang diangkat dalam Teatrikal. Maraknya kekerasan terhadap Perempuan dan Anak yang sangat memprihatinkan terutama di Sumba menjadi alasan untuk disuarakan dalam rangka HPI yang dirayakan saban tahun itu.

Salah peserta aksi, Yustiwati Angu Bima yang juga Mahasiswi STT GKS mengatakan bahwa aksi ini merupakan seruan moral untuk semua masyarakat agar  menghentikan semua bentuk kekerasan terhadap Perempuan dan anak. " aksi merupakan bentuk keprihatinan kami dalam melihat realitas yang ada bahwa masih marak terjadi kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, dan juga masih ada diskriminasi dalam budaya" tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Navsari Marumata mengatakan bahwa aksi ini dalam rangka HPI dan Hari Doa Sedunia. " kegiatan ini dalam rangka HPI, tapi dasarnya Hari Doa Sedunia yang Liturgi Ibadahnya di susun oleh Negara Kuba yang bertema Menyambut Anak-anak menyambut Aku, sehingga aksi ini terbagi dalam tiga kegiatan yaitu Pelayanan Kasih yanh sudah dilakukan kemarin, Long March dan Ibadah Oikumene bsok" paparnya. Lanjut Navsari, dalam Long March tersebut, isu-isu yang disuarakan masih berkaitan dengan anti kekerasan terhadap Perempuan dan Anak yang marak terjadi di Sumba.