Kehidupan
merupakan peristiwa yang harus kita jalani walaupun tidak semua orang merasakan
kehidupan yang sama, dari proses kelahiran, logikanya adalah merupakan
pengembangbiakan baik manusia, hewan dan tubuhan yang ada di bumi ini tapi kita
akan tetap menerima kehidupan dan berjalan menyusurinya walau penuh dengan
tantangan dan bahkan kita tidak tahu kapan tantangan itu kita dapatkan. Yakin
usaha dan sampai adalah tujuan dari hidup.. jika kita tidak mempunyai
sebuah tujuan hidup maka hidup tidak akan terarah dan mengambang di
kehidupan dunia ini...
kehidupan
adalah sebuah perjalanan dengan takdir yang telah ditetapkan untuk kelangsungan
hidup seorang manusia. Kehidupan yang harus dijalani dengan satu tujuan dalam
hidupnya, mencapai kebahagiaan hidup. Perjalanan panjang yang dilalui dengan
segala problema kehidupan yang ada. Dari sejak dilahirkan, tumbuh menjadi
anak-anak, melalui masa-masa pubertas (mencari jati diri), beranjak dewasa
hingga menjadi seseorang yang dewasa dengan melalui berbagai pengalaman yang
terjadi dalam hidupnya hingga mengerti bagaimana arti dari sebuah kehidupan itu
sendiri.
Dalam hidup ada Cinta, ada Kasih sayang, ada pengorbanan, ada ketulusan. Ada cerita pahit dan ada pula cerita manis. Hidup adalah sebuah anugerah. Hidup adalah sebuah perjalanan. Hidup adalah sebuah cerita. Kita akan selalu bersentuhan dan belajar dilingkungan, dan pastinya alam adalah tempat kita bisa banyak belajar mengenai kehidupan, menjalani kehidupan dengan iklas dan apa adanya lebih membuat kita akan tenang dan damai, memang sulit seseorang untuk mengikhlaskan suatu peristiwa terjadi dalam hidup ini, tapi itulah manusia, kalau bukan manusia tidak akan bisa membedakan mana yang baik dan tidak, mengalami hal-hal yang diinginkan tapi tidak terjadi, malah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Jika kita sadari bahwa kita hidup saja sudah cukup, ketika pak Mario teguh bertanya apakah kita bernapas atau di "Napaskan", itulah pertanyaan yang sulit untuk kita jawab karna memiliki makna yang dalam, Manusia tak lepas dari problema, permasalahan dan dinamika kehidupan. Hanya orang-orang yang mampu menyikapi dengan bijak lah yang mampu bertahan. Lalu ada sosok orang muda yang memang patut untuk kita belajar dari ceritanya mengatakan bahwa yang paling beruntung adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua (SHG) tapi yakinlah bahwa dia memiliki asumsi sendiri dengan penyataannya. Banyak cerita didalam kehidupan setiap orang, dengan makna dan arti hidup yang berbeda. !!
Untuk
kehidupan ini .... segalanya harus dipikirkan
Untuk
kehidupan ini .... lakukanlah yang terbaik
Untuk
kehidupan ini .... carilah kebahagiaan dunia dan akhirat.
Untuk
kehidupan ini .... tersenyumlah untuk orang lain dan diri sendiri
Kemudian
kita tidak bisa melupakan pihak yang berjuang untuk kehidupan seseorang, kita
masih butuhkan sosok-sosok mereka dalam menjalani kehidupan ini, logikanya
merekalah yang menginjakkan kakik dahulu dan merasakan hiruk pikuk kehidupan
ini, sosok-sosok itu adalah Orang tua kita tak pernah meminta balasan apapun
juga atas apa yang telah mereka lakukan terhadap diri kita sebagai pengganti
kelelahan, perjuangan dan pengorbanan mereka selama membesarkan diri kita
sebagai anaknya. Dan mereka pun tak pernah melepaskan diri kita begitu saja
walau kita telah tumbuh sebagai seorang remaja ataupun seorang yang dewasa,
melainkan mereka tiada henti-hentinya memberikan motivasi dan mendoakan diri
kita agar mendapatkan kebahagiaan dan keberkahan di dunia dan di akhirat kelak.
Itulah
para orang tua bijak, penuh cinta da kasih sayang, baik dan benar-benar
bertanggung jawab terhadap amanah-Nya. Mereka tidak akan meminta balasan kepada
kita, tapi mereka selalu meminta apapun atas segala harapannya kepada pemilik
jiwa kita yang sesungguhnya yaitu Allah Yang Maha Pencipta. Dan kalaupun ada
keinginan, mereka hanyalah ingin berusaha mengingatkan kita agar rasa cinta dan
kasih sayang yang selama ini terjalin, selalu tumbuh mesra dalam sebuah tatanan
keluarga yang bahagia.
Lalu…sudah
sejauh manakah diri kita sebagai anaknya berbakti kepada orang tua tercinta?
Masihkah kita berbahagia di atas penderitaan mereka? Masihkan kita menyakiti
hati dan perasaan mereka? Masihkah kita membiarkan mereka menahan sesaknya dada
akibat perilaku buruk kita? Masihkan kita bersenang-senang dan melupakan untuk
selalu mendoakan orang tua kita yang telah tiada? Pertanyaan ini tidak
perlu dijawab, namun kita harus merenungi dan melakukan suatu hal yang layaknya
kita lakukan dan dengan cara kita masing-masing.
Hal
yang terpenting dari segala yang penting adalah Anugerah bagi setiap manusia
yang selalu bersyukur hingga detik ini diberi kehidupan oleh yang Besar
“MataNya”, yang lebar “telingaNya” dan yang tidak disebutkan “namaNya”.
Bersyukur hingga detik ini masih diberi kesempatan menghirup nafas, melihat
sang mentari, memandang indahnya dunia, mencapai cita-cita, masih diberi waktu
untuk berkumpul dengan orang-orang yang dicintai dan disayangi. Hidup ini indah
jika dinikmati, bersyukurlah telah diberi kehidupan kepada Sang Khalik langit
dan bumi.
Bagaikan
panah yang lepas dari busurnya itulah usia kita…. yang selalu bertambah dan
takkan pernah kembali…. Sesuatu yang telah terjadi di masa lalu… Takkan mungkin
terulang kembali… Walapun kadang ingin kita ulangi, Suatu kejadian yang terlalu
indah untuk dilupakan.
Sama
seperti hari-hari biasanya, saya bangun pagi-pagi sekali. Menemani sang embun
menanti kedatangan mentari pagi. mentari pagi memang sangat menyenangkan untuk
ditunggu walau kebanyakan dia mendahuluiku.
pemilik
kehidupan yang masih memberikanku kesempatan merasakan nikmatnya menghirup
segarnya udara subuh hari ini, yang masih memberikanku kesempatan untuk
memperbaiki diri, yang masih memberikanku kenikmatan atas nikmat.
Menurut kalender Masehi, hari ini adalah tanggal 23 Januari 2013 bertepatan
dengan hari ulang tahunku yang ke-24. Hari ini menjadi begitu bermakna
bagiku....Sebuah hari dimana dulu saya pernah dilahirkan.
24 Tahun yang lalu ketika pertama kalinya aku melihat dunia. Tanpa terasa sekarang telah sampai usiaku dalam kedewasaan.
24 Tahun yang lalu ketika pertama kalinya aku melihat dunia. Tanpa terasa sekarang telah sampai usiaku dalam kedewasaan.
Tidak terasa.....
Hari demi hari terus berganti...
Minggu ke minggu terasa singkat sekali,...
Bulan pun kian berganti bulan,
Tahun berganti tahun,,
Singkat sekali rasanya..., walau waktu kecil tidak sabar menanti datang hari ini, tapi sekarang rasanya sudah berbeda, cepat dan singkat sekali, rasanya tantangan hidup yang lebih nyata semakin mendekat
24 Tahun,,,,,wahai Sang Pencipta terima kasih sudah menambah umurku satu tahun lagi, entah berapa umur lagi yang nanti Engkau berikan kepada hambaMu ini, tapi yang ku mohon berikan kesempatan untuk berbuat terbaik dalam menjalani rentetan seluk beluk kehidupan ini.
Kupasrahkan
setiap tarikan nafasku, setiap langkahku hanya kepadaMu sekarang dan selamanya.
Semoga hari ini menjadi sebuah optimisme baru dan semangat yang baru,
Waingapu,
23 Januari 2013
Yulius
Dundu Tay

Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Silahkan berkomentar. Thanks...