Pages - Menu

Pages

Jumat, 08 Februari 2013

PENDIDIKAN DI SUMBA TIMUR NYARIS TERDENGAR DIGEDUNG DPRD, ORANG TUA MURID BELI PENDIDIKAN

Memasuki Awal bulan memperingati kemerdekaan Indonesia, tepatnya tanggal 02 Agustus 2011, waktu yang ditentukan Pejabat Daerah ketika tidak ada kegiatan yang menyibukkan bagi mereka. Yang seharusnya kegiatan Dialog dan dengar pendapat tentang pendidikan Sumba Timur seyogyanya dilakuakan  pada tanggal 22 juli 2011 lalu, ketika sekolah-sekolah menerima pendaftaran murid baru. Pertemuan ini di selenggarakan oleh sebuah LSM Stimulant Institute Sumba) yang khususnya bergerak dalam bidang Advokasi Kebijakan dan Pelayanan Publik bersama Pusat Sumber Daya
Warga yang ada di dua kecamatan Kota dan Kambera yaitu dari Kambajawa, Matawai, Prailiu, dan Kambaniru yang di hadiri dari 25 Kepala Sekolah, Kadis PPO Obet Hilungara, Ketua Dewan Pendidikan Kab. Sumba Timur, beserta ketua DPRD Bapak Palulu Pabundu Ndima, serta 29 Anggota DPRD, BUPATI Sumba Timur Gidion Mbiliyora dan Wakil Bupati Sumba Timur Matius Kitu.
Kegiatan Dialog dan dengar pendapat yang sebenarnya mendengarkan apa persepsi masyarakat dan orang tua murid dalam hal ini yang mewakili dari masing-masing Pusat Sumber Daya Warga tentang Pendidikan Di Sumba Timur, namun tak seperti diharapkan dari orang tua murid yang miskin. Berbicara sebatas bicara, pembahasan sebatas pembahasan, pertemuan sebatas pertemuan tak ada harapan yang pasti yang dapat ditemukan dan di rubah seperti yang diharapkan sebagai orang tua murid miskin untuk kedepannya yang walaupun kelihatannya DPRD berpihak kepada Rakyat. Apa yang dikatakan orang tua murid sebagai keluhan akibat dari sekolah yang mahal hanya sebatas menghelakan kebenaran dari kebijakan yang pemerintah buat dan yang telah mereka jalankan, mau tidak mau, suka tidak suka,senang tidak senang demi anak mendapatkan pendidikan terpaksa pendidikan harus dibeli. Tetapi satu kesan yang sangat menyenangkan yang selama ini tidak pernah dilakukan di Sumba Timur dari tahun-tahun sebelumnya bahwa masyarakat Sumba Timur pertama kalinya menghadirkan pejabat Daerah di gedung DPRD yang walaupun sebatasnya PERKENALAN dan secara langsung mendengarkan suara pejabat dan paling tidak para pembuat kebijakan dan penyedia jasa layanan publik terpengaruh dan terganggu dengan kegiatan demikian, perlahan akan berubah ketika kegiatan seperti ini dilakukan secara terus menerus.
Dari kegiatan dialog dan dengar pendapat tentang pendidikan ternyata lebih didominan mendengarkan dari kepala-kepala sekolah dan dikalangan pejabat dengan membatasi waktu bicara bagi orang tua murid dengan alasan waktu tidak mencukupi, dan pembahasan bukan pada tempatnya melainkan disekolah masing-masing bersama komite sekolah kata Ketua DPRD Palulau Pabundudima, adapun bebrapa yang disampaikan dalam kegiatan tersebut seperti daftar biaya-biaya sekolah dari 25 sekolah dari tingkat SD, SMA/MK yang menyedot berkisar 100.000 sampai 1.000.000 disertai biaya lainnya sapu, Ember, Pot bunga dan Kursi dan lain sebagainya. Dari  biaya tersebut berbagai macam alasan dengan tujuan untuk pembenahan kepada tujuan sekolah yang bermutu tegas Kadis PPO Obet Hilungara. Berbicara mengenai pendidikan Sumba Timur ada bebrapa hal yang terjadi seperti Pertama, Diskriminasi sekolah ketika melakukan pendaftaran bagi sekolah yang melakukan tes masuk. kedua, Pungutan Sekolah yang memberatkan bagi orang tua murid dengan alasan pemerintah sekolah, sudah berdasarkan kesepakatan orang tua murid dan komite sekolah tanpa ada keputusan yang jelas secara hukum dan tanpa memperhatikan bagi orang tua yang sebatas menyepakati dengan berat hati karena mau tidak mau anak mereka mau dikemanakan dengan terbatasanya fasilitas sekolah tingkat SMA sementara kelulusan SMP begitu banyak. Begitu pula dari Tingkat SD dan SMP karena berbagai hal yang dipertimbngakan orang tua murid. Berikutnya ketiga, mengenai Transparansi sekolah dalam mengelola dana dari masyarakat maupun dari Pemda, pada tataran ini pada umumnya sekolah-sekolah Sumba Timur belum seacara bebas RABS sekolah dikonsumsi bagi orang tua murid sehingga anggapan orang tua muridpun biaya tersebut tidak tau dikemanakan dan diperuntukkan apa. ( UT Stimulant.)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Silahkan berkomentar. Thanks...