Pages - Menu

Pages

Minggu, 20 Januari 2013

Warga Kritisi PLN: Katanya Ada Listrik Pintar, Listrik Bodoh Bagaimana?




   
Waingapu.Com - PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) area Sumba, NTT, terus dikritisi warga terkait pelayanannya. Padahal di tahun 2012 ini aneka terobosan terus dilakukan oleh pihak PLN seperti menerapkan sistem meteran token/pulsa yang diisitilahkan oleh oknum PLN sendiri sebagai ‘listrik pintar’ hingga membangun Pembangkit Listrik dengan sumber enegeri air yang dikenal dengan Micro Hydro disejumlah wilayah Pulau Sumba.
Aneka kritikan warga Kota Waingapu dan sekitarnya itu lahir karena merasa pelayanan PLN untuk mencukupi kebutuhan listrik warga beberapa bulan terakhir jelang berakhirnya Tahun 2012 ini cenderung mengecewakan.
“Kalau lihat dari grafik yang ditunjukan sesuai hasil survey via para responden oleh Stimulant Institute dan Max FM memang ada kecendrungan kinerja PLN dikahir tahun 2012 ini menurun atau dengan kata lain ketidakpuasan konsumen meningkat,” jelas Anto Kila, salah seorang warga yang hadir dalam diskusi review pelayanan publik yang dilaksanakan Stimulant Institute di aula Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Wira Wacana Sumba, Jumat (21/12) beberapa hari lalu.
Matinya listrik secara mendadak yandikeluhkan warga dalam diskusi kian mengemuka ketika tiba-tiba listrik mati kala diskusi sedang berlangsung. Sontak mata para peserta diskusi seakan menghujam Alwi Azegaf, Asisten Manager Jaringan, PT. PLN area Sumba yang hadir dalam forum itu.

“Tadi pak katakan Sumba nantinya akan jadi pilot project sejumlah program pembangkit listrik dengan sumber energy terbarukan, baru saja tadi listrik mati, jadi yang dibutuhkan warga dan dikeluhkan warga adalah bagaimana saat ini,” tandas dr. Lapoe Moekoe, salah satu pembicara dalam diskusi ini.
Debora Yonaz, salah satu ibu rumah tangga asal Pada Dita, yang juga ambil bagian dalam diskusi ini justru menohok keras PLN dengan pernyataannya. “Katanya ada program listrik pintar, lalu bagaimana dengan listrik bodoh? Kami tahunya listrik pintar itu tidak akan mati sembarang, atau karena kami pakai listrik bodoh atau meteran model lama jadi seperti ini,” kesalnya.
Alwi Azegaf, duta PLN dalam diskusi ini dengan lapang dada menerima kritikan dan masukan peserta diskusi. “Kami sudah berupaya sesuai dengan kemampuan kami. Intinya kami sesuai dengan motto kami yakni bekerja, bekerja dan bekerja untuk menghasilkan pelayanan yang lebih baik,” timpalnya. (Ditulis oleh ion _ Minggu, 23 Desember 2012 21:20)




Source : www.waingapu.com

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Silahkan berkomentar. Thanks...