Pages - Menu

Pages

Jumat, 24 April 2015

LAGI BERTUALANG KE "SURGA TANA MARAPU"





Mimpi untuk mengunjungi sebuah “surga” pada tanah “Marapu” memang sejak lama, menunggu waktu memberikan kelonggoran saya ke sana sangat saya dambakan, Sampai pada akhirnya saya berkesempatan menggunjungi salah satu pantai di Sumba timur yang dulu saya impikan. Pantai Mondu Lambi namanya, mendengar namanya yang unik dan seperti pinggiran sungai yang lembek begitulah arti harafiah dari nama itu, tapi tentunya tidak “seseram” namanya karena pantai itu sangat menakjubkan.

Waktu yang ditunggu-tunggu itu akhirnya datang ketika menemani kawan-kawan tim Eksploring Sumba Stube H.E.M.A.T Yogyakarta yaitu Umbu Petrus Maure dan Rambu Elisabet Novia Listiawati pada tanggal 11 April 2015. Ada beberapa kawan lagi yang ke sana untuk Refressing sekaligus Silaturahmi dengan Keluarga, mereka adalah bro Abner Liwar, Ama Dhany; adi Yusti Angu Bima, adi Aty Nomleni dan adi Onira yang mendahului kami. Ini adalah personil yang cukup untuk “meramaikan” suasana hehehehe.
Menyusuri jalan menuju Mondu Lambi memang menyejukkan mata meski kami salah jalan alias nyasar. memang banyak persimpangan jalan yang membingungkan, tapi dengan tetap PD (Paksa Diri) untuk meyakinkan hati kami tetap menikmati perjalanan dengan hijau dedaunan “surga” kecil itu. Dari kejauhan sudah Nampak garis pantainya yang sungguh luar biasa, sejauh mata memandang kami menikmati keindahan alam itu. Dan akhirnya kami tiba di Desa Mondu Lambi disambut oleh Keluarga adi Onira dan menganggap kami sebagai keluarga sendiri.

Siang itu akhirnya kami ke pantai…. WOWWW…..!!!! sungguh menakjubkan keindahan pantai dengan aliran air sungai yang membatasi beberapa onggokkan batu cadas menyerupai gunung, hmmmm, tak tunggu lama kami semua berfoto ria dipantai yang indah itu. Saya sendiri mencoba memandangi indahnya pantai tersebut dengan mata yang lebih focus karena menurut saya lensa yang yang tak tertandingi adalah mata kita sendiri, hehehehe… beberapa kawan mencoba menguji Nyali dengan memanjat tebing untuk melihat lebih dekat lagi bongkahan-bongkahan batu yang sangat menawan mata. Mencoba membasahi raga ini dengan sejuk airnya dan bertarung dengan ombaknya yang ganas, mencoba mengisi memori dengan keindahan pantai itu sungguh menenangkan jiwa.


Dipantai itu, disitu dan saat itu terdapat juga “Papan Nama” yang menunjukkan bahwa pantai itu merupakan salah satu objek Wisata di Kabupaten Sumba Timur. Papan itu tidak hanya papan nama biasa tetapi juga sebagai Papan Informasi pantai tersebut, memberikan keterangan apa dan bagaimana pantai Mondu Lambi itu. Informasi itu sekiranya seperti ini bunyinya “ Selamat Datang di Lokasi Wisata (Pantai Mondulambi) : Posisi objek wisata pantai Mondulambi berada didalam Zona pemanfaatan kawasan Blok Hutan Mondulambi, Resort Bidi Praing, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) II Lewa. Pantai Mondulambi merupakansalah satu pantai terindah di Taman Nasional Manupeu Tana Daru, pantai ini memiliki keistimewaan diantaranya : keindahan Alam dengan hamparan tebing dan pasirnya yang putih. Bongkahan batu besar yang indah saat matahari terbenam (Sunset) dan Ekosistem khas Hutan Mangrove, objek dipantai Mondulambi sangat cocok buat yang Hobby Diving, memancing dan berenang. Kita juga dapat melihat burung-burung pantai seperti Elang dan Raja Udang. Muara dipantai ini juga merupakan habitat dari burung-burung Migran”.
Yah… Informasi tersebut memang lengkap bagi siapa saja yang membacanya terutama pengunjung. Memberikan keterangan terkait pantai itu, sebagai salah satu pantai yang termasuk dalam Zona pemanfaat kawasan blok hutan pada Taman Nasional Manupeu Tana Daru. Tapi kalau kita perhatikan secara saksama, pantai itu memang menampilkan pesona secara alamiah saja dan tidak ada hal atau tempat yang dikelola sesuai standar Kepariwisataan. Dalam hati saya timbul pertanyaan bahwa apakah sudah ada yang dikelola secara baik untuk tujuan Pariwisata? Bagaimana Seksi Pemanfaatan Taman Nasional (SPTN) berkontribusi dalam pengelolaan pantai itu?, saya berhenti sejenak menikmati indahnya pantai itu dan bergumam dengan Papan yang tak bersuara itu. Seakan pertanyaan-pertanyaan itu mengalahkan keindahan pantai yang sedang bercengkrama dengan saya dan kawan-kawan.

Pantai ini telah dikunjungi oleh banyak orang baik lokal maupun asing, menikmati keindahan Alami yang tentu tidak berbanding lurus dengan kata “Pengelolaan” seperti yang terpampang dipapan bisu itu. Pertanyaan-pertanyaan yang menyelimutiku yang tidak mungkin ku temukan jawabannya dipantai itu justru terus menyerang, pengelolaan yang dimaksud oleh papan itu sepertinya tidak berguna karena pantai, ekosistem dan keindahannyapun tampak tanpa polesan tangan manusia, keindahannya terjadi secara alami saja, lalu apa gunanya Papan dan Informasi itu dipasang ??? Hanya untuk sekedar memberi Informasi ??? atau memang terjadi “Pengelolaan” pantai tersebut ??? Kembali jawabannya hanya bapa disana dan Bapa di atas yang tahu.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Silahkan berkomentar. Thanks...