Mimpi untuk mengunjungi
sebuah “surga” pada tanah “Marapu” memang sejak lama, menunggu waktu memberikan
kelonggoran saya ke sana sangat saya dambakan, Sampai pada akhirnya saya
berkesempatan menggunjungi salah satu pantai di Sumba timur yang dulu saya
impikan. Pantai Mondu Lambi namanya, mendengar namanya yang unik dan seperti
pinggiran sungai yang lembek begitulah arti harafiah dari nama itu, tapi
tentunya tidak “seseram” namanya karena pantai itu sangat menakjubkan.
Waktu yang ditunggu-tunggu itu akhirnya datang ketika menemani kawan-kawan tim Eksploring Sumba Stube H.E.M.A.T Yogyakarta yaitu Umbu Petrus Maure dan Rambu Elisabet Novia Listiawati pada tanggal 11 April 2015. Ada beberapa kawan lagi yang ke sana untuk Refressing sekaligus Silaturahmi dengan Keluarga, mereka adalah bro Abner Liwar, Ama Dhany; adi Yusti Angu Bima, adi Aty Nomleni dan adi Onira yang mendahului kami. Ini adalah personil yang cukup untuk “meramaikan” suasana hehehehe.
Menyusuri jalan menuju
Mondu Lambi memang menyejukkan mata meski kami salah jalan alias nyasar. memang
banyak persimpangan jalan yang membingungkan, tapi dengan tetap PD (Paksa Diri)
untuk meyakinkan hati kami tetap menikmati perjalanan dengan hijau dedaunan
“surga” kecil itu. Dari kejauhan sudah Nampak garis pantainya yang sungguh luar
biasa, sejauh mata memandang kami menikmati keindahan alam itu. Dan akhirnya
kami tiba di Desa Mondu Lambi disambut oleh Keluarga adi Onira dan menganggap
kami sebagai keluarga sendiri.
Siang itu akhirnya kami
ke pantai…. WOWWW…..!!!! sungguh menakjubkan keindahan pantai dengan aliran air
sungai yang membatasi beberapa onggokkan batu cadas menyerupai gunung, hmmmm,
tak tunggu lama kami semua berfoto ria dipantai yang indah itu. Saya sendiri
mencoba memandangi indahnya pantai tersebut dengan mata yang lebih focus karena
menurut saya lensa yang yang tak tertandingi adalah mata kita sendiri,
hehehehe… beberapa kawan mencoba menguji Nyali dengan memanjat tebing untuk
melihat lebih dekat lagi bongkahan-bongkahan batu yang sangat menawan mata.
Mencoba membasahi raga ini dengan sejuk airnya dan bertarung dengan ombaknya
yang ganas, mencoba mengisi memori dengan keindahan pantai itu sungguh
menenangkan jiwa.
Dipantai itu, disitu dan saat itu terdapat juga “Papan Nama” yang menunjukkan bahwa pantai itu merupakan salah satu objek Wisata di Kabupaten Sumba Timur. Papan itu tidak hanya papan nama biasa tetapi juga sebagai Papan Informasi pantai tersebut, memberikan keterangan apa dan bagaimana pantai Mondu Lambi itu. Informasi itu sekiranya seperti ini bunyinya “ Selamat Datang di Lokasi Wisata (Pantai Mondulambi) : Posisi objek wisata pantai Mondulambi berada didalam Zona pemanfaatan kawasan Blok Hutan Mondulambi, Resort Bidi Praing, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) II Lewa. Pantai Mondulambi merupakansalah satu pantai terindah di Taman Nasional Manupeu Tana Daru, pantai ini memiliki keistimewaan diantaranya : keindahan Alam dengan hamparan tebing dan pasirnya yang putih. Bongkahan batu besar yang indah saat matahari terbenam (Sunset) dan Ekosistem khas Hutan Mangrove, objek dipantai Mondulambi sangat cocok buat yang Hobby Diving, memancing dan berenang. Kita juga dapat melihat burung-burung pantai seperti Elang dan Raja Udang. Muara dipantai ini juga merupakan habitat dari burung-burung Migran”.
Yah… Informasi tersebut
memang lengkap bagi siapa saja yang membacanya terutama pengunjung. Memberikan
keterangan terkait pantai itu, sebagai salah satu pantai yang termasuk dalam
Zona pemanfaat kawasan blok hutan pada Taman Nasional Manupeu Tana Daru. Tapi
kalau kita perhatikan secara saksama, pantai itu memang menampilkan pesona
secara alamiah saja dan tidak ada hal atau tempat yang dikelola sesuai standar
Kepariwisataan. Dalam hati saya timbul pertanyaan bahwa apakah sudah ada yang
dikelola secara baik untuk tujuan Pariwisata? Bagaimana Seksi Pemanfaatan Taman
Nasional (SPTN) berkontribusi dalam pengelolaan pantai itu?, saya berhenti
sejenak menikmati indahnya pantai itu dan bergumam dengan Papan yang tak bersuara
itu. Seakan pertanyaan-pertanyaan itu mengalahkan keindahan pantai yang sedang
bercengkrama dengan saya dan kawan-kawan.
Pantai ini telah
dikunjungi oleh banyak orang baik lokal maupun asing, menikmati keindahan Alami
yang tentu tidak berbanding lurus dengan kata “Pengelolaan” seperti yang
terpampang dipapan bisu itu. Pertanyaan-pertanyaan yang menyelimutiku yang
tidak mungkin ku temukan jawabannya dipantai itu justru terus menyerang,
pengelolaan yang dimaksud oleh papan itu sepertinya tidak berguna karena
pantai, ekosistem dan keindahannyapun tampak tanpa polesan tangan manusia,
keindahannya terjadi secara alami saja, lalu apa gunanya Papan dan Informasi itu
dipasang ??? Hanya untuk sekedar memberi Informasi ??? atau memang terjadi
“Pengelolaan” pantai tersebut ??? Kembali jawabannya hanya bapa disana dan Bapa
di atas yang tahu.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Silahkan berkomentar. Thanks...