Pages - Menu

Pages

Selasa, 15 Oktober 2013

KEGIATAN SEMINAR KERANGAMAN BUDAYA

Persoalan putusnya mata rantai generasi penurus budaya di Sumba menjadi suatu persoalan yang sangat hangat dibicarakan dikalangan tokoh-tokoh yang peduli akan budaya Sumba. Di tengah maraknya  perdebatan tentang persoalan budaya  di Sumba,  Stube HEMAT Sumba mengambil bagian dalam mengkampayekan akan pentingnya mempelajari budaya yang ada.
Dalam kegiatan ini ada berbagai hal yang kami dapatkan dari kegiatan ini, dimana selama ini kami sebagai anak muda generasi penerus bangsa terlebih khusus Sumba tidak pernah mengetahuinya hal-hal tersebut. Dalam kegiatan ini kami dibuka wawasannya untuk dapat mengetahui persoalan budaya  yang ada di daerah selama ini, sehingga kami pun dapat tahu akan kehidupan social yang terjadi di daerah kami.

Materi yang diberikan pun adalah materi yang sangat dapat membuka wawasan kami, sehingga kami dapat melihat pengaruh globalisasi terhadap budaya yang ada selama ini. Dalam persoalan globalisasi merupakan persoalan yang serius untuk untuk segera tanggapi jika dilihat dari diskusi yang sangat alot. Materi  kedua adalah pengaruh politik terhadap budaya sumba dan sebalik, di Sumba politik sangat mempengeruhi peradaban budaya yang ada sehingga politik telah merusak budaya itu, nilai yang dirusak oleh politik praktis adalah hilang semangat gotong royong yang ada selama ini, dimana politik mengambil bagian yang besar akan hal ini. Namun, disisi lain pula pula politik juga memberikan suatu nilai posetif pada budaya Sumba sehingga dalam hal ini kami coba menyimpulkan bahwa harus adanya restorasi terhadap budaya agar budaya itu dapat. Materi selanjutnya adalah Budaya sumba dalam prespektif ekonomi dan social dalam materi ini kami belajar banyak tentang manajemen organisasi serta bagai mana memberi nilai pada organisasi sehingga budaya ini dapat meningkat perekonomian bagi masyarakat disekitarnya.
Kegiatan ini berlansung dari tanggal 14-16 september 2013 serta dilaksanakan di gereja oka Nggapi kecamatan kanatang.
Kegiatan ini pun dilanjutkan dengan RTL pada tanggal 21 september 2013, diskusi yang sangat panjang pada saat itu membuat kami mengerti apa yang akan kami lakukan buat mempertahankan budaya kami tanpa haru merusak nilai-nilai yang ada dalam budaya tersebut. Kami sangat berterima kasih pada STUBE H.E.M.A.T SUMBA yang telah menyelenggarakan kegiatan ini.


oleh : AHRL

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Silahkan berkomentar. Thanks...