Langkah kecil bergulir melaju, menabrak seekor anjing dikala
malam
Menghempas sunyi, dan harap esok tannpa mendung
Menerjang malam dalam kebekuan kabut selatan gubuk yang
terlupa.
Dalam hari yang akan ku jejaki, adakah sejuta pilu
terhapuskan?
Ya, jawab mentari yang menanti esok hari.
Perjalalan yang bertabur sejuta kekonyolan anak manusia,
juga ada duka yang di pendam.
Mencari arti kebesaran dalam kesenyapan pelosok bebatuan di
selatan tanah marapu
Bahkan riuh ombak yang bertarung menyembunyikan
kebahagiaanku, tetapi angin memberitakan lebih cepat dari harapan akan
kebahagiaan itu.
Cerita kebahagiaan itu hanyalah angan semu yang ku kecap
sendiri saat berada di selatan.
Bergantinya sang mentari kemarin, tetap menghadirkan sejuta
harap palsu yang masih ku rasa
Mungkin ini akan menjadi kisah yang mengagumkan beberapa
anak manusia, tetapi kusimpan duka ini karena harap bukanlah kenyataan. Dan
kenyataan tak seindah angan.
Mungkin rasa yang ku tuangkan dapat diartikan dusta, tapi
yakinlah rasa ini adalah karang yang akan terus tegak berdiri melawan terpaan
ombak dan angin yang menggerus tepian hatiku.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Silahkan berkomentar. Thanks...