Kita pernah bercanda soal luka yang pernah ada, luka yang hanya sebagian kecil hinggap di ibu jari kaki kiriku. Ingatkah kau kawan saat kita bergurau
ria dengan mata silet ketika aku lakukan operasi sendiri pada luka sendiri? Ingatkah kau kawan soal musik yang kau putar sekedar mengganggu atau menghiburku? Ingatkah kau kawan soal ukuran rasa sakit menurut ukuranku sendiri? Ingatkah kau kawan dikala ukuran sakit yang ku bilang bahwa sudah lewat lima centi meter di atas kepala? Itulah sepenggal cerita yang telah kita lewati bersama kawan.
Lalu bagaimana hari ini kawan? Jujur aku tidak sanggup kawan melihat fotomu saja aku sudah tidak bisa, apalagi melihatmu lebih dekat kawan, sungguh aku tidak bisa. Meskipun saya memberanikan diri bersihkan lukamu, kawan air mataku telah memberontak keluar melihatmu menanggung rasa sakit itu kawan.
Apalagi mendengarmu merintih kawan, membayangkan rasa sakit yang kau tanggung sungguh membuatku harus keluar dari ruangan tempatmu terbaring menghindari gelombang air mata ini.
Kawan.... bertahanlah kawan, bertahanlah hingga kau lewati perih yang menyabek kepalamu, bertahanlah hingga rasa sakit itu bosan menyiksamu. Karena yang menciptakanmu tidak akan meninggalkanmu. Daingu kapipi karaha nanggau nama Wulu kau.
RSU WAIKABUBAK, 23/03/2016
ria dengan mata silet ketika aku lakukan operasi sendiri pada luka sendiri? Ingatkah kau kawan soal musik yang kau putar sekedar mengganggu atau menghiburku? Ingatkah kau kawan soal ukuran rasa sakit menurut ukuranku sendiri? Ingatkah kau kawan dikala ukuran sakit yang ku bilang bahwa sudah lewat lima centi meter di atas kepala? Itulah sepenggal cerita yang telah kita lewati bersama kawan.
Lalu bagaimana hari ini kawan? Jujur aku tidak sanggup kawan melihat fotomu saja aku sudah tidak bisa, apalagi melihatmu lebih dekat kawan, sungguh aku tidak bisa. Meskipun saya memberanikan diri bersihkan lukamu, kawan air mataku telah memberontak keluar melihatmu menanggung rasa sakit itu kawan.
Apalagi mendengarmu merintih kawan, membayangkan rasa sakit yang kau tanggung sungguh membuatku harus keluar dari ruangan tempatmu terbaring menghindari gelombang air mata ini.
Kawan.... bertahanlah kawan, bertahanlah hingga kau lewati perih yang menyabek kepalamu, bertahanlah hingga rasa sakit itu bosan menyiksamu. Karena yang menciptakanmu tidak akan meninggalkanmu. Daingu kapipi karaha nanggau nama Wulu kau.
RSU WAIKABUBAK, 23/03/2016

Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Silahkan berkomentar. Thanks...